Jumat, 25 November 2011

//Diskusi Film// Schoolgirl's Diary

Meraba Propaganda Korea Utara
oleh Maulvi DM



In-Hak Jang | 2007 | Drama-propaganda | 95min | Selasa, 29 Nov 2011, 13.00 WIB - R. 104 GKU Fisipol UGM

Korea Selatan dengan gelombang Hallyu-nya menjadi pemain baru dalam kancah perfilman dunia. Film-filmnya ditonton dan diterima publik global, menciptakan ribuan bahkan jutaan fans dan pencinta film dan budaya Korea. Setiap tahunnya, hingga ratusan film diproduksi di Seoul, dan dalam satu filmnya ditonton hingga sepuluh juta orang Korea.

Bagaimana dengan saudaranya, Korea Utara? Sepanjang dekade ini, Korea Utara sama sekali tidak merilis satupun film. Meskipun faham betul bahwa film merupakan sebuah alat propaganda yang paling mapan dalam dunia yang semakin butuh hiburan ini, Korea Utara seakan bergeming terhadap media ini. Bagaimanakah posisi media film dalam perspektif Korea Utara?

School Girl's Diary (2007), merupakan satu dari sedikit film Korea Utara yang diproduksi sepanjang zaman. Film ini hampir tidak dirilis hingga sebuah distributor film dari Perancis menawarkan suatu distribusi internasional bagi film ini. Mengapa film ini yang dipilih oleh pemerintah Korea Utara untuk mewakili imaji mengenai negara tersebut bagi dunia internasional? Nilai-nilai apa saja yang dapat kita cermati dari detail-detail cerita film ini?

Bagi sebuah masyarakat modern yang futuristis, School Girl's Diary bisa dibilang menjadi sebuah keajaiban dunia. Film ini akan memperlihatkan betapa ada sebuah 'dunia lain' di ujung dunia ini yang eksis dengan cara mereka sendiri.  Datanglah, dan bedah bersama film ini, dan nikmatilah sebuah film propaganda dari abad ke-21.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar